Funnel Iklan Digital yang Menghasilkan


Abstrak

Perusahaan kini menggunakan metode pemasaran yang lebih efisien, salah satunya corong iklan digital, karena kemajuan teknologi. Corong iklan digital adalah struktur iklan yang menggambarkan perjalanan konsumen dari tahap pengenalan (kesadaran) hingga pasca pembelian (pasca pembelian) (Kotler & Keller, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai funnel iklan digital melalui pengkajian literatur, yang dengan sendirinya menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Studi ini menggambarkan saluran digital periklanan yang secara terus-menerus meningkatkan efektivitas periklanan, meningkatkan volume penjualan, membangun hubungan jangka panjang, dan mendorong perkembangan bisnis. Hal ini sejalan dengan penelitian Chaffey dan Ellis-Chadwick (2019) yang menyatakan bahwa digitalisasi memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis.

Keyword: Funnel iklan digital, pemasaran, usaha

Pendahuluan

            Perkembangan teknologi digital telah mengubah pendekatan pelaku bisnis dalam menjalankan aktivitas pemasaran. Promosi lewat media digital kini menjadi teknik utama karena kemampuannya untuk menjangkau konsumen dalam skala besar dan dengan target yang akurat (Chaffey & Ellis-Chadwick, 2019). Hal ini mengharuskan pelaku usaha untuk memahami pola perilaku konsumen agar pesan iklan dapat menarik minat dan memicu keputusan pembelian.         

Salah satu metode yang dapat diterapkan dalam proses pemasaran digital adalah funnel periklanan, yang merupakan kerangka kerja yang menggambarkan tahapan dalam perjalanan konsumen mulai dari saat ia mengenali produk hingga tahap pembelian (Kotler, Kartajaya, & Setiawan, 2017). Berdasarkan pengalaman, masih terdapat banyak pebisnis yang belum menerapkan funnel periklanan digital secara sistematis, sehingga iklan yang ditayangkan menjadi kurang efisien dan pencapaian per funnel iklan yang ditentukan sebagai tujuan pemasaran menjadi suboptimal.

Dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut, artikel ini mencoba menguraikan funnel iklan digital beserta komponen dan tahapan untuk membangun funnel iklan digital yang efisien. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pegangan bagi pebisnis untuk meningkatkan pencapaian pemasaran secara digital.

Metode Penelitian

            Dalam penelitian ini, penulis merumuskan strategi dengan meninjau literatur dan menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk buku, artikel pada jurnal, dan beberapa situs yang berkaitan dengan marketing digital dan funnel iklan digital. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis oleh penulis dengan mengklasifikasikan ke dalam empat tahapan funnel, yaitu funnel awareness, funnel post purchase dan mendeskripsikan secara rinci untuk memperoleh penjelasan yang lebih terstruktur (Sugiyono, 2020)

Hasil dan Pembahasan

Definisi Funnel Iklan Digital

                        Funnel pemasaran adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menggambarkan siklus kehidupan seorang konsumen dalam proses pembelian perangkat digital. Mencakup tata cara seorang konsumen mulai mengenal produk hingga melakukan pembelian (Chaffey & Smith, 2017). Dengan pendekatan ini, pemasar dapat menyusun strategi iklan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen pada setiap tahap, dan pada akhirnya dapat meningkatkan peluang terjadinya konversi.

 

Tahapan Funnel Iklan Digital

(a)  Awareness (Kesadaran)

          Tahap ini merupakan pengenalan merek dan produk kepada calon konsumen. Iklan ini diarahkan untuk menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran merek melalui media social, blog, atau bentuk iklan digital lainnya (Kotler & Keller, 2016).

(b)  Interest (Minat)

          Seperti yang dicatat oleh Solomon (2018), salah satu cara untuk memahami konsumen sebuah produk adalah melalui penyebaran informasi edukatif, testimoni konsumen, dan data yang menyoroti keunggulan kompetitif dari produk tertentu.

(c)  Consideration (Pertimbangan)

          Ditahap consideration, konsumen melai menimbang produk degan opsi alternatif lainnya. Pemasar perlu menjelaskan lebih dalam mengenai spesifikasi produk, keuntungan, dan analisis produk sejenis untuk mengurangi keraguan konsumen (Kotler et al, 2017).

(d)    Intent (Niat)

Tahap intent menunjukkan bahwa konsumen sudah memiliki keinginan untuk melakukan pembelian. Strategi yang bisa diterapkan pada tahap ini meliputi retargeting iklan, pemberian diskon special, atau tawaran terbatas untuk mendorong konsumen mengambil keputusn pembelian (Chaffey & Smith, 2017).

(e)   Purchase (Pembelian)

Pada tahap pembelian, konsumen melakukan transaksi. Transaksi pembayaran dan pemesanan perlu penyederhanaan dan diasuransikan agar konsumen merasa aman dalam menuntaskan transaksi (Kotler & Keller, 2016).

(f)   Post-purchase (Pasca Pembelian)

Pada tahap ini, konsep yang dibahas berfokus kepada aktivitas yang berkaitan dengan pembelian, khususnya retensi pelanggan. Beberapa aktivitas seperti pelayanan purna jual, penarikan ulasan, dan cross selling dapat meningkatkan loyalitas dan mendorong terjadinya pembelian berulang (Kotler et al., 2017).

 

Cara Menciptakan Funnel yang Efektif

            Funnel iklan digital yang efektif, membutuhkan pemasar untuk memahami karakteristik serta perilaku dari konsumen sasaran lebih dalam. Selain itu, evaluasi dan pengujian strategi secara rutin adalah hal yang penting untuk mengukur efisiensi dari setiap langkah dalam funnel dan melakukan improvement secara berkelanjutan (Chaffey & Ellis-Chadwick, 2019)

 

Kesimpulan

            Funnel iklan digital adalah salah satu strategi pemasaran yang paling penting, yang membawa Funnel dari berbagai langkah, dari tahap yang membangun awereness, hingga tahap pasca pembelian. Setiap langkah dalam funnel ini saling terkait dan masing - masing ditujukan pada potensi konversi. Dengan demikian, dalam upaya untuk menjual produk dan membangun relasi untuk jangka waktu yang lama kepada konsumen, funnel dari digital marketing harus dibangun atas dasar pemahaman yang mendalam terhadap konsumen serta evaluasi yang bersifat strategis dan berkelanjutan.

 

Daftar Pustaka

            Chaffey, D., & Ellis –Chadwick,F. (2019). Digital marketing: Strategy, implemtation and practice (7th ed). Pearson Education)

            Chaffey, D., & Smith, P. R. (2017). Digital marketing excellence: Planning, optimizing and integrating online marketing. Routledge.

            Kotler, P., & Keller, K. L (2016). Marketing management (15th ed).Pearson Education.

            Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, l. (2017). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. John Wiley & Sons.

            Solomon, M. R. (2018). Consumer behavior: Buying, having, and being (12 th ed). Pearson Education.

            Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.



NAMA: NURUL RAHMADANI
NIM: 23106620099
KELAS: MANAJEMEN B