Mentoring Digital Marketing: Bedanya Dibimbing vs Sekadar Diajari




Di era sekarang, kita bisa melihat banyak tutorial digital marketing bertebaran secara gratis di internet. Terlintas dipikiran kamu satu pertanyaan yaitu masih perlukah mentoring digital marketing di zaman sekarang? Jawabannya adalah masih perlu. Namun, kamu harus bisa dengan cermat membedakan antara dibimbing vs sekadar diajari. Keduanya terlihat mirip, tetapi perbedaannya sangat berbeda bagaikan langit dan bumi.


Saya akan membahas tentang dibimbing terlebih dahulu. Dibimbing adalah komunikasi dua arah yang transformatif. Dalam hal ini, seorang mentor tidak hanya memberi peta atau gambaran teori, mereka adalah pemandu yang seoalah-olah berada di samping kamu. Mereka membagikan konteks, pengalaman jatuh-bangun membangun usaha, dan insight yang tidak tertulis di buku manapun.

Sementara itu, sekadar diajari memiliki arti lain dan berbeda dengan dibimbing. Diajari adalah komunikasi informasi satu arah. Misalnya Kamu sedang belajar teori algoritma media sosial, cara menyetel iklan, atau rumus membuat konten agar mendapatkan insight yang tinggi di media sosial. Disini Kamu seperti mendapatkan peta teori saja. Kehadiran peta disini sangat penting karena dapat memberi tahu Kamu di mana harus mulai menjalankan digital marketing. Namun, peta tidak bisa merasakan kondisi nyata sebenarnya yang kamu lalui dalam implementasi digital marketing. Misalnya, peta tidak bisa memberi tahu strategi ketika kamu sudah melakukan implementasi digital marketing dengan baik dan benar sesuai panduan tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Untuk memudahkan kamu memahami perbedaan antara dibimbing dan sekadar diajari, Saya akan memberikan penjelasan yang sederhana terkait perbedaan dua hal tersebut. Pertama adalah tentang Dibimbing. Disini Mentor dapat membantu menganalisis target pasar Kamu, membantu menguji copywriting yang cocok dengan audiens Kamu, dan mengevaluasi hasilnya berdasarkan tujuan bisnis Kamu. Sedangkan "Sekadar Diajari", Kamu hanya diajari cara menggunakan dashboard iklan dari tutorial di internet dan hanya mendapatkan teorinya saja dari mentor.

Kesimpulannya, Kamu wajib belajar teori digital marketing sebagai fondasi awal menjalankan usaha. Tetapi, untuk penerapannya dalam dunia nyata yang dinamis dan kompetitif, Kamu memerlukan bimbingan atau dibimbing. Saya lebih menyarankan Kamu untuk dibimbing oleh mentor dalam belajar digital marketing karena Kamu dapat menjadi seorang pengusaha yang adaptif dan strategis, bukan hanya sekedar teknisi yang menjalankan alat digital marketing saja. Pilih untuk dibimbing, bukan sekadar diajari semata oleh Mentor!!!


Bima Rahmad Aldi_D172