Langsung ke konten utama

Company Objective dan Smart Goal Setting


Salah satu hal yang penting dalam perusasahaan adalah merumuskan tujuan perusahaan, untuk menggali jatidiri dan menentukan roadmap perusahaan mencapai ciita yang diinginkan. 

Objektif perusahaan atau sasaran perusahaan (corporate objective) adalah target spesifik, terukur, dan spesifik waktu yang dengannya anda dapat mencapai tujuan keseluruhan perusahaan (corporate goal). Dengan kata lain, itu adalah target yang perusahaan anda harus capai untuk merealisasikan business goal anda. Objektif yang baik memiliki karakteristik SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time specific.

Pernyataan visi dan misi tidak memiliki detail spesifik untuk memberikan panduan yang lebih jelas untuk mengambil tindakan, merancang strategi, mengalokasikan sumber daya dan membuat keputusan operasional. Jadi, anda perlu menjabarkannya ke berbagai objektif yang lebih spesifik dan terukur. Itu bisa dinyatakan dalam berbagai ukuran seperti laba, pangsa pasar, dan pertumbuhan pendapatan.

Objektif yang anda tetapkan pada akhirnya akan mempengaruhi strategi perusahaan yang anda pilih. Strategi perusahaan adalah rencana jangka menengah dan panjang yang terperinci untuk memenuhi objektif tersebut.


Salah satu secara teknis akan diuraikan dalam SMART Goal Setting
SMART Goals: 5 Tahap Menyusun Target dengan Benar

S.M.A.R.T adalah kependekan dari 5 langkah dalam penetapan tujuan – specific, measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), relevant, dan time-based (tenggat waktu). Singkatan ini pertama kali digunakan dalam Management Review edisi November 1981 oleh George T. Doran.

SMART goal adalah salah satu tool efektif yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis mereka secara realistis dan konsisten.

1. Buat Tujuan yang Spesifik
Poin pertama adalah menekankan pentingnya menetapkan target yang spesifik; benar-benar spesifik. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas. Kriteria tujuan (target) yang spesifik, yaitu:

Buat tujuan terfokus dan definisikan tujuan tersebut dengan baik – tujuan yang lebih spesifik memiliki kesempatan lebih besar untuk dicapai dibandingkan tujuan yang masih bersifat umum.
Saat anda menetapkan tujuan, pastikan anda bisa menjawab pertanyaan 6W ini:
Who – Siapa yang terlibat?
What – Target apa yang ingin anda capai?
Where – Dimana target akan dicapai? (identifikasi lokasi)
When – Kapan target ini akan dicapai? Tentukan tenggat waktu
Which – Persyaratan dan hambatan yang akan anda temui dalam proses? Identifikasi hal tersebut.
Why – mengapa anda menetapkan tujuan ini? Tuliskan alasan dan manfaat jika anda berhasil mencapai target anda.

2. Miliki Kriteria untuk Mengukur Progress
Setelah menentukan tujuan yang spesifik, tahap selanjutnya adalah mengukur progress (kemajuan) dari tindakan yang sudah dilakukan. Kemajuan akan membantu tim untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka lebih dekat kepada tujuan.


Untuk itu, ukurlah progress dengan:

Menanyakan pertanyaan How – Berapa banyak dan bagaimana anda mengetahui bahwa target tersebut telah tercapai .
Membuat daily reminder untuk menilai dan memastikan progress anda – buatlah jurnal harian untuk menuliskan hal-hal penting yang terjadi dalam proses anda mencapai target. Sehingga, anda dapat megetahui sudah seberapa dekat anda kepada target anda.

3. Tetapkan Tujuan yang Realistis dan dapat dicapai
Poin ketiga ini menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai (attainable), artinya target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. Untuk membuat target anda tercapai anda perlu:

Menilai apakah tujuan yang sudah anda tetapkan dapat dicapai atau tidak, dengan mengukurnya dari beban kerja tim, pengetahuan dan kemampuan tim atau dari sumebr daya lain yang mendukung . Jika tidak, maka anda bisa menetapkan tujuan lain yang bisa anda capai di masa sekarang.
Target yang attainable juga akan menjawab pertanyaan, seperti : Apakah anda sudah memiliki komitmen kuat untuk mencapai tujuan anda? Apakah ada target lain yang lebih besar yang ingin anda capai?

4. Buat Tujuan yang Relevan
Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim, departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target yang relevan.

Sebuah target yang relevan akan memberikan jawaban ‘ya’ untuk semua pertanyaan ini:

Apakah target ini layak diperjuangkan?
Apakah target ini ada di waktu yang tepat?
Apakah target ini sesuai dengan kebutuhan dan target anda yang lain?
Apakah anda orang yang tepat untuk mengejar target ini?


5. Tetapkan Tenggat Waktu
Ini adalah bagian dari filosofi SMART yang melindungi target dari serangan krisis sehari-hari yang biasa terjadi dalam organisasi. Target dengan tenggat waktu akan menimbulkan urgensi.

Target dengan tenggat waktu akan menjawab pertanyaan berikut:

Kapan?
Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 bulan dari sekarang?
Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 minggu dari sekarang?
Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) hari ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi kasus : Tanggung jawab Perusahaan Internasional dan etika bisnis

Perusahaan Cemex, adalah produsen semen ketiga terbesar di dunia dan telah menjadi unggul di pasar global dengan secara terus-menerus bekerja untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada para pelanggannya, dimana pun mereka berada. Cemex (www.cemex.com), berpusat di Monterrey, Meksiko, mengikuti prinsip-prnsip tertentu yang diyakini membuat “Cemex” menjadi berbeda”.  Prinsip itu mencakup peningkatan layanan pelanggan, teknologi yang berfokus pada pelanggan, efisiensi operasi, pengembangan manajemen, efisiensi ekologi, memberdayakan orang-orang, kepemimpinan pasar, berpikiran strategis, bersemangat untuk belajar, dan berpandangan global. Cemex yakin bahwa untuk berhasil dalam lingkungan global yang ketat persaingannya, manajer memerlukan sudut pandang yang multi budaya.  Perusahaan itu telah melaksanakan beberapa inisiatif yang mencangkup program pendidikan yang mendorong komunikasi yang efektif dan penyatuan kantor-kantor Cemex di seluruh dunia, program ekspatriat yang melalui prog

TRINING NEED ANALYSIS (TNA) - Studi kasus di SimpleFit.id

Simple Fit Konveksi A.   Latar Belakang 1.                   Profil Perusahaan Simple fit konveksi adalah sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dibidang usaha produksi celana dalam. Awalnya Simple Fit Konveksi memproduksi celana dalam pria. Namun, seiring perkembangan pasar kegiatan produksi disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen secara umum. Simple Fit Konveksi cenderung memproduksi pakaian kaos dan training. Nilai pesanan rata-rata untuk periode 2016-2018 adalah sebesar Rp. 250.000.000,-/bulan dengan modal awal sebesar Rp 50.000.000,-. Prospek pengembangan usaha konveksi sangat menjanjikan mengingat pakaian adalah kebutuhan primer (sandang) selain makanan (pangan), dan perumahan (papan). Kebutuhan akan ini mutlak dan harus dipenuhi mengingat sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup. Selain itu,pangsa pasar yang sangat luas, trend dan mode yang sangat dinamis dan mengikuti perkembangan jaman. Rencana Pengembangan Usaha: a.          Promosi b.         P

Pengantar Bisnis Internasional

Perdagangan internasional dan investasi telah meningkat drastis selama bertahun-tahun. Perusahaan multinasional besar telah memegang seluruh dunia, dari Amerika Utara ke Eropa untuk Pasifik Rim ke Afrika. Beberapa saham yang menemukan bahwa mereka harus mencari pasar internasional untuk bertahan di masa depan. Internasionalisasi dari hampir semua usaha telah tiba. Internasional kegiatan ekonomi yang terjadi di sebagian besar triad dari Amerika Utara, Eropa, dan Pasifik rim. Di Amerika Utara, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko memiliki NAFTA yang beralih menjadi satu wilayah pasar raksasa. Di Amerika Selatan, terdapat peningkatan jumlah perdagangan antar negara, menyulut berbagai macam oleh orang lain seperti Chili telah diproyeksikan untuk dapat bagian dari NAFTA. Di Eropa di 15 negara Uni Eropa merupakan kekuatan ekonomi. Walaupun mengalami masalah ekonomi dan ketidakpastian seperti sisa dari dunia. Asia adalah wilayah kekuasaan besar lain, seperti yang ditunjukkan tidak hanya oleh