Langsung ke konten utama

MANAJEMEN PEMASARAN INTERNASIONAL

a.      Pengertian Pemasaran Internasional

Michael E Czinkota menjelaskan secara singkat, pemasaran internasional adalah proses perencanaan dan pengorganisasian transaksi melampaui batas negara untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan para individu dan organisasi yang terlibat' (Czinkota, 1998).

Serangkaian kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan yang menekankan pada efisiensi biaya dan upaya yang menembus batas negara dan regional, kesempatan mentransfer produk, merek, dan ide lain yang melampaui negara, memenuhi kebutuhan pelanggan global dan mengembangkan koordinasi antara infrastruktur pemasaran nasional menjadi infrastruktur pemasaran global' (Keegan, 1999).

Kedua definisi di atas terdapat satu persamaan yaitu soal lintas antar negara. Oleh karena itu pemasaran internasional selalu melibatkan dua pihak yaitu negara asal dan negara tujuan. Meski demikian, jika kita sudah membicarakan soal pemasaran internasional strategik batas kedua negara tersebut mulai kabur, persoalan pemasaran antar negara jadi lebih kompleks.

Dapat disimpulkan bahwa pemasaran internasional adalah pelaksanaan aktivitas-aktivitas bisnis yang mengarahkan arus barang dan jasa kepada konsumen atau pemakai pada lebih dari satu Negara atau melewati batas-batas Negara. Istilah pemasarn internasional juga dipakai dalam pengertian yang sangat umum untuk mengacu kepada segala jenis keterlibatan di luar pasar domestic perusahaan.

Globalisasi ekonomi telah mengubah ekonomi modern yang telah dilakukan selama ini. sehingga efisiensi, produktivitas, dan pasar terbuka semakin menuntut perusahaan untuk turut serta melakukannya. Ekonomi, teknologi, kekuatan kebijakan politik, dan kekuatan demografis akan menjadi bagian dari ekonomi global baru.

b.      Tahap-tahap menjadi pemasar Internasional :

1.      No Foreigen Marketing

Perusahaan sudah berhubungan dengan dunia Internasional tetapi bukan karena inisiatif atau belum ada usaha sendiri untuk memasarkan ke pasar luar negeri, pelanggan asing datang ke perusahaan, atau atas usaha eksportir

2.      Infrequent foreigen Marketing

Perusahaan mulai memasarkan sendiri ke pasar luar negeri tetapi jika hanya mempunyai surplus produksi. Apabila pasar domestik masih mampu menanganinya, kegiatan ini akan ditinggalkan. Pada tahap ini belum ada penyesuaian organisasi maupun produknya untuk pasar Internasional.

3.      Reguler foreigen Marketing

Produsen sudah mempunyai perencanaan untuk memasarkan produknya ke pasar asing melalui penyalur domestik atau distributor asing. Tujuannya untuk melakukan ekspansi pasar domestik dan sudah mulai untuk memahami kebutuhan maupun keinginan pasar Internasional.

4.      Global Marketing Operations

Pada fase ini, produsen benar-benar telah terlibat dengan dunia Internasional secara global. Kegiatannya tidak hanya sebatas pemasaran saja, tetapi sudah merencanakan operasional produksi maupun organisasi bersaing dipasar dunia.

c.       Strategi masuk dalam pemasaran internasional

1.      Ekspor

Kegiatan ekspor merupakan kegiatan yang banyak dilakukan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya di pasar internasional. Kegiatan ekspor memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihannya adalah menghindari biaya subtansi dan membantu perusahaan mencapai kurva pengalaman dan lokasi yang ekonomis apa lagi jika Negara itu tersetralisasi maka bisa memanfaatkan sklaekonomi dari volume penjualan global. Sedangkan kekurangannya adlah akan tidak menguntungkan di Negara sendiri jika ternyata lebih ekonomis jika diproduksi di Negara tujuan pasar internasional, lalu biaya transportasi yang tinggi, dan ancaman tarif membuat menjadi kurang ekonomis san sangat beresiko.

2.      Proyek "Turnkey"

Proyek turnkey adalah proyek ketika klien membayar kontraktor untuk merancang dan membangun fasilitas baru dan melatih personel. Proyek turnkey adalah cara bagi perusahaan asing untuk mengekspor proses dan teknologinya ke negara lain dengan membangun pabrik di negara itu. Perusahaan industri yang berspesialisasi dalam teknologi produksi kompleks biasanya menggunakan proyek turnkey sebagai strategi masuk. Strategi ini memungkinkan suatu bisnis internasional untuk terlibat dalam pasar luar negeri di mana mungkin ada larangan yang berkaitan dengan investasi langsung asing. Intinya, bisnis internasional hanya mengekspor kemampuan dan pemahaman prosesnya. Kelemahannya adalah ini mungkin secara tidak sengaja menciptakan pesaing di masa mendatang. Selain itu, ada kemungkinan pengambilalihan pabrik mereka oleh negara tuan rumah.

3.      Lisensi

Pemberian lisensi (licensing) adalah pengaturan kontrak di mana pemberi lisensi menawarkan aset kepada perusahaan asing dengan imbalan royalti. Ini memungkinkan penerima lisensi, baik secara eksklusif atau non-eksklusif untuk memproduksi produk pemilik lisensi untuk jangka waktu tertentu di pasar tertentu. Pemberi lisensi di negara asal memberikan hak atau sumber daya terbatas bagi pemegang lisensi. Hak atau sumber daya dapat mencakup paten, merek dagang, keterampilan manajerial, dan teknologi; yang mana memungkinkan bagi pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual produk serupa di negara tuan rumah.

A.    Keuntungan lisensi

a.    Cepat berkembang tanpa banyak risiko dan investasi modal besar

b.   Membuka jalan untuk investasi masa depan di pasar

c.    Mendapatkan penghasilan tambahan untuk pengetahuan teknis dan layanan

d.   Mendapatkan pasar baru yang tidak dapat diakses dengan mengekspor dari fasilitas yang ada

e.    Risiko politik diminimalkan karena pemegang lisensi biasanya 100% dimiliki secara local

f.    Sangat menarik bagi perusahaan yang baru dalam bisnis internasional.

B.    Kelemahan lisensi

a.    Kehilangan kendali atas pembuatan lisensi dan operasi; yang mana menyebabkan hilangnya kualitas

b.   Penghasilan lebih rendah dari pada mode entri lainnya

c.    Risiko merek dagang dan reputasi hancur karena  mitra tidak kompeten

d.   Mitra asing juga dapat menjadi pesaing dengan menjual produksinya di tempat-tempat dimana pemberi lisensi sudah berada.

4.      Franchising

Ini adalah suatu sistem di mana pemegang izin waralaba membayar biaya dan royalti kepada perusahaan induk (pemilik waralaba) dengan imbalan hak untuk menggunakan merek dagangnya, untuk menjual produk atau layanannya, dan menggunakan format dan sistem bisnisnya. Dibandingkan dengan licensing, perjanjian waralaba cenderung lebih lama. Selain itu, pemilik waralaba menawarkan paket hak dan sumber daya yang lebih luas yang biasanya mencakup: peralatan, sistem manajerial, manual operasi, pelatihan awal, persetujuan lokasi dan semua dukungan yang diperlukan bagi pemegang izin waralaba untuk menjalankan bisnisnya dengan cara yang sama dilakukan oleh pemilik waralaba. Selain itu, jika licensing melibatkan hal-hal seperti kekayaan intelektual, rahasia dagang, dan lainnya, maka dalam waralaba, perjanjian ini terbatas pada merek dagang dan pengetahuan operasional bisnis.

A.    Keuntungan waralaba

Sebagai salah satu mode memasuki pasar internasional, waralaba menawarkan sejumlah keuntungan bagi pemilik waralaba, diantaranya:

a.     Risiko politik rendah

b.     Biaya rendah

c.     Mengizinkan ekspansi serentak ke berbagai wilayah di dunia

d.     Mitra yang dipilih dengan baik membawa investasi keuangan serta kemampuan manajerial ke operasi.

B.     Kerugian waralaba

Ada risiko yang melekat dalam pemberian waralaba secara internasional, termasuk:

a.     Kemungkinan konflik dengan pemegang izin waralaba, termasuk sengketa hukum

b.     Sulit untuk mempertahankan kendali atas pemegang izin waralaba 

c.     Tantangan untuk mempertahankan citra pemilik waralaba di pasar luar negeri

d.     Membutuhkan pemantauan dan evaluasi kinerja pemegang izin waralaba, dan memberikan bantuan berkelanjutan

e.     Waralaba dapat mengambil keuntungan dari pengetahuan yang diperoleh dan menjadi pesaing di masa depan

5.      Usaha patungan

Usaha patungan melibatkan pembentukan aliansi strategis berdasarkan pembagian biaya dan risiko serta memperoleh pengetahuan lokal dan mungkin pengaruh politik. Ada lima tujuan umum dalam usaha patungan: masuk ke pasar, berbagi risiko dan imbalan, berbagi teknologi dan pengembangan produk bersama, dan mematuhi peraturan pemerintah. Kerugian usaha patungan adalah Masalah utama yang perlu dipertimbangkan dalam usaha patungan adalah kepemilikan, kontrol, lamanya kesepakatan, harga, transfer teknologi, kemampuan dan sumber daya perusahaan lokal, dan niat pemerintah. Masalah potensial meliputi:

a.       Bentrokan budaya

b.      Konflik atas investasi baru 

c.       Ketidakpercayaan terhadap pengetahuan hak milik

d.      Ambiguitas kinerja, yakni cara membagi risiko dan imbalan

e.       Kurangnya dukungan perusahaan induk

6.      Dimiliki Sepenuhnya Oleh Cabang

Dalam hal ini 100% saham dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan. Strategi ini menawarkan kontrol operasi bisnis yang lebih ketat. Ada dua strategi dalam pendirian anak usaha di luar negeri, yakni akuisisi dan investasi Greenfield. Investasi greenfield adalah pendirian anak perusahaan yang sepenuhnya baru. Ini seringkali kompleks dan mahal, tetapi mampu memberikan kontrol penuh kepada perusahaan. Itu juga memiliki potensi paling besar untuk memberikan pengembalian di atas rata-rata.  Risiko investasi greenfield tinggi. Itu terutama terkait dengan biaya dan pengetahuan pasar yang tidak memadai. Strategi entri ini membutuhkan lebih banyak waktu karena kebutuhan untuk membangun operasi baru, jaringan distribusi, dan kebutuhan untuk belajar dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk bersaing di pasar baru. Akuisisi telah menjadi mode populer untuk memasuki pasar asing secara lebih cepat. Akuisisi telah meningkat karena ini adalah cara untuk mencapai kekuatan pasar yang lebih besar. Banyak perusahaan multinasional mengakuisisi perusahaan lain untuk mencapai kekuatan pasar mereka yang lebih besar dalam waktu yang relatif cepat. Mereka mungkin mengambil alih pesaing, pemasok, atau distributor. Akuisisi memiliki risiko yang lebih rendah daripada investasi Greenfield. Hasil dari suatu akuisisi dapat diperkirakan lebih mudah dan akurat.

d.      Elemen Budaya yang Mempengaruhi Pemasaran Internasional

1.      Materi hidup (material life)

Kehidupan material terutama mengacu pada teknologi yang digunakan untuk memproduksi, mendistribusikan, dan mengkonsumsi barang dan jasa dalam masyarakat. Perbedaan lingkungan material menjelaskan mengenai perbedaan dalam tingkat dan jenis permintaan barang konsumsi.

2.      Bahasa (Languange)

Bahasa merupakan tantangan yang dihadapi oleh pemasaran internasional. Bahasa sering digambarkan sebagai elemen yang paling penting dalam melakukan interaksi social. Bahasa merupakan sarana yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi di dalam lingkungan.

3.      Interaksi Sosial

Interaksi social mengacu pada cara dimana anggota masyarakat berhubungan satu sama lain. Mungkin ungkapan yang paling penting dari interaksi social adlah konsep kekerabatan. Konsep ini bervariasi secara dramatis di eluruh masyarakat.

4.      Estetika

Estetika mengacu pada ide-ide dan persepsi bahwa budata sangat menjunjung tinggi keindahan dan rasa yang baik. Di wilayah Asia-Pasifik, ekspresi estetika didorong oleh 2 prinsip yaitu: (1) Kompleksitas dan Dekorasi (berbagai bentuk dan warna), (2) Harmoni dan Pandangan mengenai alam.

5.      Agama

Agama adalah bagian penting dari kehidupan konsumen, perusahaan harus dapat menyadarinya. Dalam mayarakat islam, perusahaan dapat memperluas daya tarik merekmereka dan mengembangkan bisnis mereka dengan terlibat pada konsumen Muslim dengan memastikan bahwa produk-produk yang dijual adalah halal dan menempelkan logo halal pada setiap produk yang di pasarkan.

6.      Pendidikan

Dua aspek pendidikan yang penting bagi pemasar internasional adalah tingkat pendidikan dan kualitas pendidikan tersebut.

7.      Sistem Nilai

Semua budaya memiliki system nilai yang membentuk masyarakat norma dan standar. Norma-norma mempengaruhi sikap masyarakat terhadap obyek dan kode perilaku.

e.       Strategi Distribusi Pemasaran Internasional

Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling terkait dan terlibat dalam proses penyampaian atau penyaluran barang dan jasa dari 'point of origin' ke 'point of consumption' guna memenuhi kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Dalam konteks pemasaran global, manajemen saluran distribusi internasional mengacu pada proses menjalin dan mengembangkan relasi dengan berbagai pihak yang memfasilitasi transfer produk dan jasa dari produsen di suatu negara kepada konsumen di negara lainnya

Tujuan saluran distribusi adalah:

Tujuan pokok saluran distribusi adalah menciptakan utilitas bagi para pelanggan. Utilitas tersebut terdiri atas 5 kategori:

1.       Utilitas tempat (place utility) adalah ketersediaan produk atau jasa di lokasi yang nyaman dan mudah diakses pelanggan potensial.

  1. Utilitas waktu (time utility) adalah ketersediaan produk atau jasa pada saat yang diinginkan oleh pelanggan tertentu.
  2. Utilitas bentuk (form utility) adalah produk diproses, disiapkan dan siap dimanfaatkan (ready to use), serta dalam kondisi yang tepat.
  3. Utilitas informasi (information utility) adalah jawaban atas per-tanyaan dan komunikasi umum mengenai fitur dan manfaat produk yang tersedia.
  4. Utilitas kepemilikan (ownership utility) Menyangkut negosiasi dan peralihan hak milik atas produk atau jasa yang dipasafkan dari produsen ke konsumen.

f.       Strategi komunikasi pemasaran internasional

Komunikasi pemasaran merupakan sebuah alat atau media yang digunakan sebuah perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen tentang produk yang sedang dijual baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan komunikasi pemasaran global adalah ekvektifitas komunikasi pemasaran yang melewati batas-batas Negara.

Bentuk-Bentuk Utama Dari Komunikasi Pemasaran Meliputi:

1.      Penjualan perorangan (personal selling)

Personal selling adalah bentuk komunikasi pemasaran antar individu dimana tenaga penjual/ wiraniaga menginformasikan, mendidik dan melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk/ jasa perusahaan. Usaha penjualan ini disederhanakan dengan memberikan diskon perkenalan kepada pengecer dan meyakinkan mereka melalui iklan, pemberian contoh produk secara cuma-cuma dan kupon yang dapat mendongkrak penjualan.

2.      Iklan (advertising)

Iklan merupakan komunikasi massa melalui surat kabar, majalah, radio, televisi dan media lain (billboard, internet, dan sebagainya), atau komunikasi langsung yang didesain khusus untuk pelanggan antar bisnis (business-to-business) maupun pemakai akhir. Kedua bentuk komunikasi ini dibiayai oleh sponsor tertentu (si pengiklan), tetapi dikategorikan sebagai komunikasi massa (non personal) karena perusahaan sponsor tersebut secara simultan berkomunikasi dengan penerima pesan yang beraneka ragam, bukan kepada individu tertentu/ personal atau kelompok kecil. Iklan langsung (direct advertising), biasa disebut pemasaran berdasarkan data base marketing, telah mengalami pertumbuhan pesat akibat efektifitas komunikasi yang terarah serta teknologi komputer yang memungkinkan hal itu terjadi.

3.      Promosi penjualan (sales promotional)

Promosi penjualan terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya pembelian dalam waktu yang singkat. Promosi penjualan yang berorientasi perdagangan memberikan berbagai jenis bonus untuk meningkatkan respon dari pedagang besar dan pengecer. Promosi penjualan berorientasi konsumen menggunakan kupon, kontes/ undian, potongan harga setelah pembelian dan lain-lain.

4.      Publisitas (publicity) Publisitas biasanya dilakukan dalam bentuk berita atau komentar editorial mengenai produk atau jasa dari perusahaan. Bentuk-bentuk ini dimuat dalam media cetak atau televisi secara gratis karena perwakilan media menganggap informasi tersebut penting dan layak disampaikan kepada khalayak mereka. Dengan demikian publisitas tidak dibiayai oleh perusahaan yang mendapatkan manfaatnya.

g.      Penetapan harga

Penetapan merupakan alat evaluasi dan komunikasi dalam pasar internasional. Menetapkan harga yang tepat merupakan kunci kesuksesan dan kegagalan. Bahkan ketika pemasar internasional memproduksi produk yang tepat, mempromosikannya dengan benar, dan membangun jalur distribusi yang layak, upaya tersebut akan gagal bila ia salah menetapkan harga. Sebuah penawaran harga seharusnya mencerminkan baik kualitas maupun nilai produk yang dipersepsikan konsumen. Dari semua hal yang harus dihadapi oleh pemasar internasional, penetapan harga merupakan salah satu yang paling sulit. Hal ini menjadi lebih rumit ketika perusahaan menjual produknya pada pelanggan di berbagai negara yang berbeda-beda. Baik mengekspor maupun mengelola operasi luar negeri, tanggung jawab manajer adalah menetapkan dan mengendalikan harga aktual produk di pasar yang berbeda dengan berbagai variabel yang berbeda pula, mulai dari perbedaan tarif, biaya, sikap, persaingan, fluktuasi mata uang, serta metode penetapan harga.

a.         Tujuan Penetapan Harga

Keputusan penetapan harga dilihat dengan dua cara:

a.       Penetapan harga sebagai sebuah instrumen aktif untuk mencapai tujuan pemasaran, perusahaan menggunakan harga untuk mencapai sebuah tujuan spesifik, antara lain target memperoleh keuntungan, target pangsa pasar, atau tujuan spesifik lainnya.

  1. Penetapan harga sebagai elemen statis sebuah keputusan bisnis, hanya dengan mengekspor kelebihan persediaan, menempatkan bisnis luar negeri bukan sebagai prioritas utama, dan menganggap penjualan ekspor hanya memberikan kontribusi yang dalam volume penjualan total.

Semakin besar kendali yang dimiliki perusahaan atas harga jual akhir sebuah produk, maka semakin baik kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Semakin lebar lini produk dan semakin besar negara yang menjadi target, maka semakin kompleks proses pengendalian harga bagi pengguna akhir.

b.      Fungsi penetapan harga

Strategi penetapan harga mempunyai beberapa fungsi penting, sebagai penunjang segala aktivitas transaksi dengan tetap memperhatikan standar kemampuan konsumen dalam melakukan transaksi. Menetapkan suatu harga produk juga menjadi wadah produsen dalam menentukan target banyak sedikitnya jumlah transaksi yang dilakukan oleh konsumen. Lalu, penetapan harga suatu produk tertentu juga menjadi acuan bagi perusahaan dalam proses produksi sehingga bisa ditentukan besaran jumlah barang yang akan diproduksi oleh sebuah perusahaan. Dengan adanya strategi penetapan harga, maka seorang konsumen tentunya juga dapat melihat faktor yang mempengaruhi besaran nilai harga tersebut. Strategi penetapan harga juga dapat berperan sebagai alat penentu kualitas. Karena dengan adanya hal tersebut konsumen lah yang akan memberikan penilaian tentang manfaat dari atau pantas tidaknya harga yang ditetapkan terhadap barang tersebut. Hal ini tentu juga sangat penting bagi kelangsungan pamor perusahan, sehingga tidak boleh salah dalam mematok strategi penetapan harga.

h.      Mentode menetapkan harga

1.      Skim The Cream

Cara yang satu ini dianjurkan jika dalam penerapannya tidak memiliki pesaing, atau tidak ada produk atau jasa yang sejenis. Sehingga bisa dikatakan, cara yang satu ini adalah cara yang digunakan jika keadaannya longgar, atau nyaris tanpa pesaing. Langkahnya adalah dengan menetapkan harga yang paling tinggi, sehingga laba yang diperoleh akan sangat maksimal.

2.      Penetration

Strategi atau langkah ini adalah penentuan harga yang cukup berani. Dalam praktiknya langkah yang satu ini adalah dengan mematok harga yang paling rendah, sehingga segmen pasar akan beralih terhadap harga pasar yang paling rendah. Cara yang satu ini digunakan jika keadaan pasar dalam mode persaingan ketat, atau telah berada pada titik jenuh. Yang perlu diperhatikan dalam strategi yang satu ini adalah jangan sampai menetapkan harga di harga kisaran jauh sangat rendah, karena dampak dan akibatnya bisa fatal, jika terlalu rendah mematok harga, hal terburuk yang bisa terjadi adalah kebangkrutan suatu produsen atau perusahaan terkait. Jadi penetapan nya harus sesuai dengan biaya yang dikeluarkan ,agar tetap mendapatkan laba untuk produksi kembali.

 

 Link PPT :

https://docs.google.com/presentation/d/1Opwo9gV3F5X7KBlBY2_1PxPhss1qqC-q/edit?usp=drivesdk&ouid=109762240932417743187&rtpof=true&sd=true


Kelompok 3 (Manajemen F):

  1. Eza Kurnia Elang Wijaya    19106620125
  2. Ruri Handayani                    19106620114
  3. Intan Permata Sari               19106620106
  4. Alfi Choirul Waqiah             19106620111
  5. Nanda Oktavia                      19106620113

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi kasus : Tanggung jawab Perusahaan Internasional dan etika bisnis

Perusahaan Cemex, adalah produsen semen ketiga terbesar di dunia dan telah menjadi unggul di pasar global dengan secara terus-menerus bekerja untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada para pelanggannya, dimana pun mereka berada. Cemex (www.cemex.com), berpusat di Monterrey, Meksiko, mengikuti prinsip-prnsip tertentu yang diyakini membuat “Cemex” menjadi berbeda”.  Prinsip itu mencakup peningkatan layanan pelanggan, teknologi yang berfokus pada pelanggan, efisiensi operasi, pengembangan manajemen, efisiensi ekologi, memberdayakan orang-orang, kepemimpinan pasar, berpikiran strategis, bersemangat untuk belajar, dan berpandangan global. Cemex yakin bahwa untuk berhasil dalam lingkungan global yang ketat persaingannya, manajer memerlukan sudut pandang yang multi budaya.  Perusahaan itu telah melaksanakan beberapa inisiatif yang mencangkup program pendidikan yang mendorong komunikasi yang efektif dan penyatuan kantor-kantor Cemex di seluruh dunia, program ekspatriat yang melalui prog

TRINING NEED ANALYSIS (TNA) - Studi kasus di SimpleFit.id

Simple Fit Konveksi A.   Latar Belakang 1.                   Profil Perusahaan Simple fit konveksi adalah sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dibidang usaha produksi celana dalam. Awalnya Simple Fit Konveksi memproduksi celana dalam pria. Namun, seiring perkembangan pasar kegiatan produksi disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen secara umum. Simple Fit Konveksi cenderung memproduksi pakaian kaos dan training. Nilai pesanan rata-rata untuk periode 2016-2018 adalah sebesar Rp. 250.000.000,-/bulan dengan modal awal sebesar Rp 50.000.000,-. Prospek pengembangan usaha konveksi sangat menjanjikan mengingat pakaian adalah kebutuhan primer (sandang) selain makanan (pangan), dan perumahan (papan). Kebutuhan akan ini mutlak dan harus dipenuhi mengingat sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup. Selain itu,pangsa pasar yang sangat luas, trend dan mode yang sangat dinamis dan mengikuti perkembangan jaman. Rencana Pengembangan Usaha: a.          Promosi b.         P

Pengantar Bisnis Internasional

Perdagangan internasional dan investasi telah meningkat drastis selama bertahun-tahun. Perusahaan multinasional besar telah memegang seluruh dunia, dari Amerika Utara ke Eropa untuk Pasifik Rim ke Afrika. Beberapa saham yang menemukan bahwa mereka harus mencari pasar internasional untuk bertahan di masa depan. Internasionalisasi dari hampir semua usaha telah tiba. Internasional kegiatan ekonomi yang terjadi di sebagian besar triad dari Amerika Utara, Eropa, dan Pasifik rim. Di Amerika Utara, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko memiliki NAFTA yang beralih menjadi satu wilayah pasar raksasa. Di Amerika Selatan, terdapat peningkatan jumlah perdagangan antar negara, menyulut berbagai macam oleh orang lain seperti Chili telah diproyeksikan untuk dapat bagian dari NAFTA. Di Eropa di 15 negara Uni Eropa merupakan kekuatan ekonomi. Walaupun mengalami masalah ekonomi dan ketidakpastian seperti sisa dari dunia. Asia adalah wilayah kekuasaan besar lain, seperti yang ditunjukkan tidak hanya oleh