Langsung ke konten utama

Challenges and barriers to total quality management

1. Weak leadership and delegation of management authority

Integrated Quality Manajeme will go according to the target being cooled if the leader is committed to the involvement of all parties. This means that Integrated Quality Management will not succeed when only submitted to a certain team appointed by the leadership, while direct leaders submit the Integrated Quality Manajeme program to the designated team. Thus the leader can socialize the quality improvement done by the leadership.

2. Inadequate regulatory process

Integrated Quality Management Program should inspire all activities. For schools, then all academic activities (teaching and learning process) should get attention in improving its quality with kindergarten worksheets. According to The Children’s ISA, high schools should start educating children more about life and money and what they really want to pursue in life. Kids who are focused and are the best in English, teachers should start educating them types of sentences that are advanced and college like levels.

3. Lack of support information systems and measuring tools of success

Institutions or organizations including schools are very difficult to know the improvement of service quality in their institutions, when they do not have basic data. Therefore, every institution must have basic data and benchmarks proclaimed by the institution concerned. If you need help managing your data, then consider using spring cache for some extra help.

4. Selection of a narrow and dogmatic approach
A narrow and dogmatic approach can not flexibly meet the demands of development. This means there will be a stalemate or even a status quo process. A narrow approach will not provide an opportunity for improved Integrated Quality Management. Integrated Quality Manajeme is customer oriented. Customers have an ever-growing satisfaction. Therefore the dogmatic and narrow approach does not correspond to customer satisfaction.

5. Lack of commitment from top management.
This is demonstrated by top management support only significant effect on Process Flow management. This suggests that management has not considered production processes to be processes associated with other processes, so that only centralized support for production process management alone.

6. Lack of knowledge about the TQM concept. This is demonstrated by a work attitude that only affects the product design process. Lack of knowledge about the TQM concept will make it difficult for workers to accept and apply the concept of TQM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi kasus : Tanggung jawab Perusahaan Internasional dan etika bisnis

Perusahaan Cemex, adalah produsen semen ketiga terbesar di dunia dan telah menjadi unggul di pasar global dengan secara terus-menerus bekerja untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada para pelanggannya, dimana pun mereka berada. Cemex (www.cemex.com), berpusat di Monterrey, Meksiko, mengikuti prinsip-prnsip tertentu yang diyakini membuat “Cemex” menjadi berbeda”.  Prinsip itu mencakup peningkatan layanan pelanggan, teknologi yang berfokus pada pelanggan, efisiensi operasi, pengembangan manajemen, efisiensi ekologi, memberdayakan orang-orang, kepemimpinan pasar, berpikiran strategis, bersemangat untuk belajar, dan berpandangan global. Cemex yakin bahwa untuk berhasil dalam lingkungan global yang ketat persaingannya, manajer memerlukan sudut pandang yang multi budaya.  Perusahaan itu telah melaksanakan beberapa inisiatif yang mencangkup program pendidikan yang mendorong komunikasi yang efektif dan penyatuan kantor-kantor Cemex di seluruh dunia, program ekspatriat yang melalui prog

TRINING NEED ANALYSIS (TNA) - Studi kasus di SimpleFit.id

Simple Fit Konveksi A.   Latar Belakang 1.                   Profil Perusahaan Simple fit konveksi adalah sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dibidang usaha produksi celana dalam. Awalnya Simple Fit Konveksi memproduksi celana dalam pria. Namun, seiring perkembangan pasar kegiatan produksi disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen secara umum. Simple Fit Konveksi cenderung memproduksi pakaian kaos dan training. Nilai pesanan rata-rata untuk periode 2016-2018 adalah sebesar Rp. 250.000.000,-/bulan dengan modal awal sebesar Rp 50.000.000,-. Prospek pengembangan usaha konveksi sangat menjanjikan mengingat pakaian adalah kebutuhan primer (sandang) selain makanan (pangan), dan perumahan (papan). Kebutuhan akan ini mutlak dan harus dipenuhi mengingat sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup. Selain itu,pangsa pasar yang sangat luas, trend dan mode yang sangat dinamis dan mengikuti perkembangan jaman. Rencana Pengembangan Usaha: a.          Promosi b.         P

Pengantar Bisnis Internasional

Perdagangan internasional dan investasi telah meningkat drastis selama bertahun-tahun. Perusahaan multinasional besar telah memegang seluruh dunia, dari Amerika Utara ke Eropa untuk Pasifik Rim ke Afrika. Beberapa saham yang menemukan bahwa mereka harus mencari pasar internasional untuk bertahan di masa depan. Internasionalisasi dari hampir semua usaha telah tiba. Internasional kegiatan ekonomi yang terjadi di sebagian besar triad dari Amerika Utara, Eropa, dan Pasifik rim. Di Amerika Utara, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko memiliki NAFTA yang beralih menjadi satu wilayah pasar raksasa. Di Amerika Selatan, terdapat peningkatan jumlah perdagangan antar negara, menyulut berbagai macam oleh orang lain seperti Chili telah diproyeksikan untuk dapat bagian dari NAFTA. Di Eropa di 15 negara Uni Eropa merupakan kekuatan ekonomi. Walaupun mengalami masalah ekonomi dan ketidakpastian seperti sisa dari dunia. Asia adalah wilayah kekuasaan besar lain, seperti yang ditunjukkan tidak hanya oleh