Keripik pisang usaha rumahan, tidak kalah saing dengan produk unggul lainnya


Oleh : Dini Puspita Dewi

Seperti kita ketahui bersama, keripik pisang merupakan salah satu camilan yang sudah sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Tingginya kandungan nutrisi pada buah pisang serta teksturnya yang renyah dan citarasanya yang beragam, menjadikan keripik pisang cukup digemari para konsumen.

Mengembangkan usaha makanan ringan berbahan dasar pisang menjadi produk yang layak bersaing dengan produk berbahan dasar lainnya, dengan harga terjangkau namun rasanya nikmat dan dapat di nikmati di semua kalangan.

Mengingat buah pisang memiliki kandungan gizi yang sangat baik, banyak orang yang menggemari aneka produk olahan pisang. Salah satunya saja seperti camilan keripik pisang yang bisa dinikmati semua kalangan masyarakat, baik dari masyarakat menengah ke bawah maupun konsumen menengah ke atas yang ingin menikmati sensasi makanan ringan bercitarasa lezat namun tetap kaya manfaat. Bahkan dalam memasarkan produk keripik pisang, kita bisa menentukan konsumen dari mulai anak kecil, kalangan remaja, hingga orang dewasa, karena produk tersebut bisa dikonsumsi segala usia.

Selain bisa dimakan langsung, buah pisang juga bisa menjadi makanan kembali menjadi keripik. Citarasa kentang goreng bahkan tidak kalah lezat dari keripik kentang. Tidak hanya itu, pisang juga mudah di temukan di pasar maupun di toko-toko toserba, dan pastinya bahan bakunya terjangkau. Kemudian untuk keunikan dari produk ini rasanya dapat di variasikan jadi walaupun terbuat dari pisang namun rasanya bisa di kreasikan menjadi camilan kekinian.

Untuk mendongkrak penjualan produk keripik pisang, di mulainya dengan strategi pemasaran online maupun offline. Strategi pemasaran offline bisa di coba dengan Perluas jaringan distribusi ke beberapa toko oleh-oleh, swalayan, supermarket, kantin sekolah atau perkantoran, serta toko kelontong, dengan menerapkan sistem jual putus atau konsinyasi (titip jual). Disamping itu, juga bisa membagikan sampel produk kepada orang-orang di sekitar dan menggandeng mitra agen atau reseller produk untuk membantu memasarkan produk camilan keripik pisang. Semakin banyak mitra agen yang di gandeng, maka semakin luas pula jangkauan pasar yang bisa di bidik.
Sedangkan untuk strategi promosi online, bisa mulai membuka lapak dagang di dunia maya untuk mengembangkan produk keripik pisang ke berbagai belahan toko online dan promosikan negara. Membuat keberadaan lapak di berbagai media sosial, contohnya saja seperti melalui email marketing, youtube, facebook, twitter, direktori online, forum online, dan lain-lain. Semakin aktif berpromosi di dunia maya, maka semakin besar pula peluang yang di ciptakan untuk mendatangkan transaksi pembelian.

Asumsi Memproduksi keripik pisang skala industri rumahan. Modal Awal Kompor gas satu tunggu dan tabung gas 3 kg Rp 150.000,00 Wajan penggorengan Rp 100.000,00 Mesin perajang pisang (slicer) Rp 600.000,00 Baskom untuk meniriskan minyak Rp 50.000,00 Pisau, peniris minyak, dl1 Rp 30.000,00+ Total Modal Rp 930.000,00
Biaya Operasional Per Bulan Belanja bahan baku per hari kurang lebih Rp 500.000,00 / hari Bahan baku per bulan ( Rp 300.000,00 x 25 hari) Rp 7.500.000,00 Tabung gas sebulan (Rp 15.000,00 X 8 tabung) Rp 120.000,00 Plastik kemasan dan label produk Rp 500.000,00 Biaya transportasi, listrik, dan telepon Rp 1.000.000,00 Biaya penyusutan alat Rp 19.400,00+ Total biaya operasional Rp 9.139.400,00

Komentar